Dalam dunia logistik dan pergudangan, pertanyaan “1 palet berapa?” sering muncul terkait jumlah barang, berat, dan kapasitas maksimal pallet. Mengetahui hal ini sangat penting agar proses pengangkutan, penyimpanan, dan distribusi barang berjalan efisien, aman, dan sesuai standar.
Artikel ini akan membahas cara menghitung berat, kapasitas, dan jenis pallet agar perusahaan dapat mengoptimalkan operasional gudang dan distribusi.
Daftar Isi

Apa Itu Palet?
Palet adalah platform datar yang digunakan untuk menumpuk, menyimpan, dan mengangkut barang secara efisien menggunakan forklift, pallet jack, atau conveyor. Palet dapat terbuat dari kayu, plastik, logam, atau material komposit, dengan berbagai ukuran dan kapasitas.
Standar Ukuran Palet dan Beratnya
1. Ukuran Palet Internasional (Standard / Euro Pallet)
- Ukuran: 120 cm x 80 cm
- Berat kosong: ±25 kg (plastik), ±25–30 kg (kayu)
- Kapasitas beban: ±1.000 kg (dynamic load), ±1.500 kg (static load)
- Euro Pallet banyak digunakan pada sistem distribusi lintas negara karena dimensinya kompatibel dengan rak standar Eropa. Untuk ekspor, pallet kayu jenis ini wajib memenuhi standar ISPM 15 agar lolos pemeriksaan karantina.
2. Ukuran Palet Amerika (GMA Pallet)
- Ukuran: 48 inci x 40 inci (±122 cm x 102 cm)
- Berat kosong: ±20–25 kg
- Kapasitas beban: ±1.200 kg
- GMA Pallet umum digunakan di industri ritel dan FMCG karena efisien untuk pengiriman massal. Banyak pusat distribusi besar di Amerika menggunakan ukuran ini sebagai standar gudang.
3. Ukuran Palet Lainnya
Beberapa industri menggunakan ukuran khusus seperti 110×110 cm, 120×100 cm, atau 130×110 cm. Berat dan kapasitas dapat bervariasi sesuai material dan desain pallet.
Cara Menghitung Kapasitas Palet
1. Dynamic Load (Beban Saat Bergerak)
Dynamic load adalah berat maksimal yang dapat ditopang pallet saat dipindahkan menggunakan forklift atau conveyor.
Rumus sederhana:Dynamic Load ≤ Kapasitas maksimum pallet sesuai spesifikasi pabrikan
2. Static Load (Beban Saat Diam / Statis)
Static load adalah berat maksimal saat pallet ditempatkan dalam keadaan diam di lantai atau rak. Biasanya lebih tinggi dibanding dynamic load.
3. Stacking Load (Beban Saat Ditumpuk)
Stacking load adalah berat maksimal yang dapat ditumpuk di atas pallet tanpa merusak pallet bawah. Hal ini penting untuk penyimpanan vertikal di gudang.
Contoh Perhitungan “1 Palet Berapa”
Misalnya Anda memiliki pallet plastik ukuran 120×100 cm dengan kapasitas:
- Dynamic load: 1.000 kg
- Static load: 1.500 kg
- Stacking load: 3.000 kg
Jika setiap kardus produk beratnya 50 kg:
- Dynamic load: 1.000 ÷ 50 = 20 kardus per pallet saat dipindahkan
- Static load: 1.500 ÷ 50 = 30 kardus per pallet saat diam
- Stacking load: 3.000 ÷ 50 = 60 kardus jika ditumpuk
Tips Memilih Palet untuk Logistik
- Sesuaikan ukuran pallet dengan jenis barang dan kapasitas forklift.
- Perhatikan material pallet sesuai kebutuhan beban dan lingkungan (plastik, kayu, logam).
- Periksa kapasitas dynamic, static, dan stacking load agar pengangkutan aman.
- Pilih pallet dari penyedia terpercaya untuk kualitas dan keawetan.
Studi Kasus
Sebuah perusahaan distribusi minuman di Jawa Timur mengoptimalkan perhitungan “1 pallet berapa kardus” dengan mengganti pallet kayu ke pallet plastik berkapasitas tinggi. Hasilnya, jumlah kerusakan produk saat distribusi menurun dan proses bongkar muat menjadi lebih cepat.
Kesimpulan
Mengetahui 1 palet berapa kardus, berat, dan kapasitasnya sangat penting untuk efisiensi logistik dan keamanan barang. Dengan memahami ukuran, jenis, dan kapasitas pallet, perusahaan dapat mengoptimalkan penyimpanan, distribusi, dan pengangkutan barang secara lebih efektif.
FAQ
1. 1 pallet biasanya muat berapa kardus?
Jumlahnya tergantung berat dan ukuran kardus serta kapasitas pallet. Secara umum, bisa berkisar antara 20–60 kardus per pallet.
2. Apakah semua pallet memiliki kapasitas yang sama?
Tidak. Kapasitas pallet berbeda tergantung material, desain, dan spesifikasi pabrikan (dynamic, static, dan stacking load).
3. Mana yang lebih kuat, pallet kayu atau pallet plastik?
Pallet plastik umumnya lebih konsisten dan tahan lama untuk penggunaan berulang, sedangkan pallet kayu cocok untuk kebutuhan sementara atau anggaran terbatas.
4. Apakah pallet bekas aman digunakan untuk logistik?
Aman, selama pallet bekas telah diseleksi, tidak retak, dan masih memenuhi kapasitas beban yang dibutuhkan.
5. Bagaimana cara memilih pallet yang paling efisien untuk bisnis saya?
Pertimbangkan jenis produk, berat muatan, sistem gudang, serta frekuensi penggunaan. Konsultasi dengan supplier pallet dapat membantu menentukan pilihan terbaik.


