Dalam rantai pasok global, pemilihan jenis pallet menjadi faktor penting untuk memastikan kelancaran distribusi barang. Dua jenis pallet yang paling umum digunakan adalah pallet plastik ekspor dan pallet kayu. Keduanya memiliki fungsi utama yang sama, yakni menopang dan memudahkan pengiriman barang, namun perbedaan karakteristik, regulasi, serta efisiensi membuat banyak perusahaan mempertimbangkan mana yang lebih unggul untuk kebutuhan ekspor.
Daftar Isi

Pallet Kayu: Kekuatan Tradisional dengan Batasan Regulasi
Pallet kayu telah lama menjadi pilihan standar dalam industri logistik karena harganya relatif murah dan mudah didapat. Namun, dalam konteks ekspor, ada sejumlah keterbatasan:
- Regulasi ISPM-15 → Pallet kayu wajib melalui perlakuan fumigasi atau heat treatment untuk mencegah hama, menambah biaya serta waktu.
- Risiko kebersihan → Kayu mudah berjamur, menyerap cairan, dan rentan terhadap serangan serangga.
- Daya tahan terbatas → Lebih cepat rusak jika terkena kelembaban tinggi atau digunakan berulang kali.
Meski begitu, pallet kayu tetap dipilih oleh beberapa perusahaan yang hanya melakukan ekspor sesekali atau untuk sekali pakai dengan biaya serendah mungkin.
Pallet Plastik Ekspor: Solusi Modern yang Efisien
Sebagai alternatif, pallet plastik ekspor hadir dengan keunggulan yang lebih sesuai untuk kebutuhan distribusi internasional. Beberapa alasan mengapa pallet plastik lebih unggul:
- Bebas ISPM-15 → Tidak memerlukan perlakuan tambahan, sehingga lebih praktis dan efisien waktu.
- Lebih higienis → Tidak menyerap cairan, mudah dibersihkan, dan tahan terhadap jamur maupun bakteri.
- Daya tahan tinggi → Tahan benturan, tidak mudah pecah, dan bisa digunakan berulang kali dalam jangka panjang.
- Ringan & seragam → Berat lebih ringan dibanding kayu, dengan dimensi konsisten sesuai standar internasional.
Meskipun harga awalnya lebih tinggi dibanding pallet kayu, investasi ini sebanding dengan durabilitas dan efisiensi biaya jangka panjang.
Tabel Perbandingan Pallet Plastik Ekspor dan Kayu
| Aspek | Pallet Kayu | Pallet Plastik Ekspor |
|---|---|---|
| Regulasi Ekspor | Wajib ISPM-15 (fumigasi/heat treatment) | Bebas regulasi ISPM-15 |
| Kebersihan | Rentan jamur, serangga, dan kotoran | Higienis, mudah dibersihkan |
| Daya Tahan | Mudah rusak oleh kelembaban dan benturan | Tahan lama, kuat, dan tidak mudah pecah |
| Biaya Awal | Lebih murah | Lebih tinggi |
| Efisiensi Jangka Panjang | Terbatas (sekali pakai) | Lebih hemat (reusable) |
| Berat | Lebih berat, tidak konsisten | Lebih ringan, ukuran seragam |
Kesimpulan: Siapa yang Lebih Unggul?
Jika tujuan utama adalah efisiensi biaya jangka pendek dan ekspor dengan frekuensi rendah, pallet kayu bisa menjadi opsi. Namun, untuk perusahaan dengan skala ekspor besar, rutin, dan mengutamakan kepatuhan standar internasional, pallet plastik ekspor jelas lebih unggul. Investasi ini bukan hanya mengurangi risiko regulasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi logistik dan keamanan distribusi barang.



